2.700 Peserta Ramaikan Sultra Tenun Carnaval 2018

KENDARI – Promosi budaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui penyelenggaraan karnaval yang menampilkan beragam kekayaan budaya di suatu daerah. Beberapa karnaval yang mampu mengangkat nama daerah di level dunia di antaranya Jember Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Malang Carnival, dan Batik Solo Carnival.

Belum lama ini, Kendari juga menyelenggarakan karnaval budaya bertajuk Sultra Tenun Carnaval 2018. Karnaval ini diikuti 2.700 peserta dari 17 kabupaten serta dinas dil ingkungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Sultra Tenun Carnaval 2018 merupakan persembahan untuk meramaikan Halo Sultra yang tahun ini dilaksanakan di Kota Kendari, 23-27 April 2018. Selain itu bertujuan untuk mengangkat Kain Tenun kebanggaan Provinsi Sultra,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi.

Halo Sultra, tambah Teguh, diharapkan mampu menjadi momentum untuk membawa Provinsi Sultra ke pentas dunia.

“Untuk itu harus dimaksimalkan sehingga gaung dari potensi Sultra makin kencang. Selain itu, ini merupakan ajang untuk menggali kreativitas masyarakat. Sehingga, akan timbul karya-karya yang baik dari Kain Tenun Sultra,” tuturnya.

Karnaval ini memperkenalkan budaya dalam tampilan yang simpel, unik, dan berkarakter. Sebagai wadah kreativitas, karnaval ini tidak hanya menampilkan desain pakaian, tetapi juga ikut penyampaikan pesan budaya dan sejarah.

Selain menampilkan budaya setempat, keragaman agama dan budaya Indonesia juga terlihat dalam karnaval. Hal ini terlihat dari tampilan salah satu peserta yang membawakan budaya Tiongkok lengkap dengan barongsainya.

Ada juga aksi drum band cilik dari SD Katholik Pelangi Kendari yang semakin melengkapi warna-warni karnaval perayaan Halo Sultra di Kota Kendari.

“Nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar tentang suku bahasa di Indonesia bisa kita lihat di karnaval ini. Karnaval ini hanya sebuah gambaran kecil ke Bhinneka Tunggal Ika di Sultra. Saya bangga dengan para peserta dan panitia. Walau pun saya baru dua bulan bertugas, tetapi saya makin mencintai Sultra, ” tegasnya.

Ketua Pelaksana Calendar of Events 2018 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, mengapresiasi gelaran Sultra Tenun Carnaval 2018. Menurutnya, Sultra Tenun Carnaval 2018 merupakan penguatan unsur atraksi dalam pengembangan pariwisata Provinsi Sultra.

Menurutnya, efek domino yang ditimbulkan pun bisa panjang. Selain mengangkat pariwisata, Sultra Tenun Carnaval 2018 bisa membantu mengembangkan potensi kreativitas anak muda dalam membangun daerah.

“Panitia Halo Sultra sangat jeli dalam menggelar rangkaian acara yang baik. Contohnya dengan menggelar Sultra Tenun Carnaval 2018 untuk meramaikan Halo Sultra,” ujar Esthy. (RMI/AK)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *