Ini Alasan Mengapa 1 Mei Diperingati sebagai Hari Buruh

Ini Alasan Mengapa 1 Mei Diperingati sebagai Hari Buruh. Buruh di seluruh dunia memperingati 1 Mei sebagai May Day atau Hari Buruh. Momen ini digunakan para buruh untuk menyalurkan aspirasinya, khususnya berkaiatan dengan peningkatan kesejahteraan. Sejak 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Peraturan Presiden Juli 2013, para buruh semakin leluasa menyampaikan aspirasinya. Jika dulu banyak perusahaan mengeluh banyak buruh bolos kerja di tanggal 1 Mei, sekarang tidak ada lagi keluhan, karena buruh bisa leluasa menyalurkan aspirasinya di hari libur.

Peringatan Hari Buruh juga dilakukan oleh sejumlah massa di Indonesia. Namun, pada 1967 aksi memperingati Hari Buruh dilarang oleh Presiden Soeharto. Alasannya, peringatan ini identik dengan gerakan komunis.

Setelah Soeharto lengser, peringatan Hari Buruh di Indonesia kembali dilakukan. Menurut peneliti bidang ketenagakerjaan LIPI, Triyono, salah sati isi undang-undang yang berkaitan dengan perburuhan adalah tentang kebebasan berserikat. BJ Habibie sebagai presiden pertama era Reformasi merespons perubahan tersebut dengan meratifikasi konvensi ILO No. 81 tentang kebebasan berserikat buruh dan diikuti keluarnya Undang-undang No. 21 Tahun 2000.

Adanya ratifikasi tersebut dan keluarnya UU No. 21 Tahun 2000 telah berdampak terhadap gerakan buruh Indonesia. Dampak tersebut adalah menjamurnya gerakan serikat pekerja atau serikat buruh bak cendawan di musim penghujan.

Pada 1 Mei tahun 2000, ribuan buruh di Indonesia beraksi kembali. Saat itu aksi mogok para buruh berlangsung selama 1 pekan penuh. Sejak saat itu, peringatan 1 Mei ditandai oleh aksi turun ke jalan ribuan buruh dari Jabodetabek ke Jakarta. (RMI/AK)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *