Tim ITB Raih Juara Satu di Geoscience Industrial Week (GIW) 2018 di Malaysia


BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi di level internasional. Mahasiswa Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang tergabung dalam Tim GEA berhasil meraih juara pertama di ajang Geoquiz Competition yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 16 April 2018.

“Sebenarnya mahasiswa ITB yang masuk finalis di Geoquiz Competition ini ada 6 orang, yaitu Alfath Salvano, Aditya Rizki R, Aditya Yuda, Berliana Yuniar, Hamzah Zamzani, dan Dimas Adi H. Mereka yang berhasil meraih juara satu adalah Alfath, Rizki, dan Yuda,” ujar Fivien Nur Savitri, Kasubdit Humas dan Publikasi ITB.

Ketiga mahasiswa ITB tersebut meraih juara satu setelah berhasil menyisihkan tim mahasiswa dari UGM (Universitas Gajah Mada). Saat ditanya tentang persiapan menghadapi ajang ini, Rizki mengatakan bahwa mereka hanya memiliki waktu dua minggu sejak dinyatakan lolos hingga hari perlombaan. Minggu pertama mereka gunakan untuk mengurus segala keperluan administrasi, baru setelah itu mereka mulai fokus membaca dan mempelajari materi-materi kompetisi. Rizki mengungkapkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kompetisi ini.

“Kami bagi-bagi jobdesc. Kita bidang dan minatnya di mana lalu itu yang kita perdalam. Lalu, kita pakai strategi dan percaya sama teman sendiri,” ungkapnya.

Berhasil menjadi juara pertama bukan berarti mereka tidak menemui kendala sama sekali. Cakupan pertanyaan yang luas selama kompetisi menjadi kesulitan tersendiri. Pertanyaan mengenai geoscience dianggap yang paling sulit karena cakupannya yang luas.

“Yang sulit bagi kami adalah ketika yang keluar itu bukan pertanyaan geologi tapi pertanyaan tentang perminyakan dan pertambangan,” katanya.

Meskipun ia mengaku tidak mudah meraih juara di Geoquiz Competition, namun ia merasa semua itu tak lepas dari doa kedua orang tua dan bimbingan dosen mereka, Alfend Rudyawan. Rizki dan teman-teman satu timnya bersyukur dengan kemenangan ini.

“Senang bisa bawa nama Indonesia. Kan ini cita-cita setiap orang bisa membawa nama negara di tingkat internasional,” katanya.

Ia berpesan agar mahasiswa ITB tidak hanya fokus pada kemampuan akademik namun juga peduli kepada masyarakat di sekitar.

“Seberapa besar kita berpengaruh di Indonesia. Seberapa besar kita mengharumkan nama Indonesia. Kita harus peduli pada masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Sebelumnya, para peserta diuji kemampuannya dalam penguasaan bidang ilmu kebumian dan aplikasi terapannya. Perlombaan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi hari dan sesi sore. Sebanyak 45 pertanyaan harus dihadapi para peserta pada sesi pertama sebelum menghadapi 60 pertanyaan berikutnya pada sesi kedua untuk dinyatakan sebagai juara GIW 2018. (RMI/AK)

sumber bandung merdeka

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *