7 KESENIAN TRADISIONAL SUNDA (BAGIAN 1)

Selain budaya, jawa barat juga kaya akan kesenian tradisional Sunda. yang merupakan warisan dari leluhur, dan setiap kesenian memiliki makna tersendiri serta hanya di gunakan dalam acara tertentu. Inilah beberapa diantaranya kesenian tradisional Sunda yang masih harum hingga saat ini.

  1. DEGUNG
Kesenian tradisional sunda

http://riefeonline.blogspot.com

 

 

Degung berasal dari kata ngadeg (Berdiri) dan Agung (megah) atau pengagung (Para raja, bangsawan) yang berarti kesenian ini di gunakan untuk mengagungkan martabat raja atau bangsawan pada jamannya. Degung di ciptakan oleh H.J Oosting sejak 1879. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring atau pengantar, kesenian ini tetap eksis hingga saat ini karena peminat dari pencinta seni sunda.

Kesenian ini pun juga dapat dikolaborasikan dengan musik dangdut, jaipong, mengiringi sinden dan lain sebagainya.

 

  1. TARI JAIPONG

https://alampedia.blogspot.com

Merupakan gabungan dari berbagai seni, seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain sebagainya. Tari Jaipong ini di ciptakan oleh H. Suanda pada tahun 1967 di karawang. Tarian ini sangat pesat perkembangannya, musiknya juga di iringi oleh degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden dan goong. Pakaian yang digunakan para penari pun sangat tradisional sunda yang terdiri dari sampur, apok dan sinjang.

Tarian ini mulai populer sejak 1970-an, berawal dari kemunculan tarian karya Gugum Gumbira yang di sebut dengan Ketuk Tilu, karena memang pada dasarnya tari jaipong itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Tarian itu kemudian populer dengan sebutan Jaipongan. Tarian ini sering di pentaskan dalam acara pesta pernikahan dan lain sebagainya.

 

  1. SISINGAAN ATAU ODONG-ODONG

http://www.jabarprov.go.id

 

Merupakan kesenian khas daerah Subang, Jawa Barat. Nama Sisingaan diambil dari alat utama kesenian ini, yaitu “Sisingaan” suatu benda yang dibentuk menyerupai seekor singa. jadi dalam kesenian ini alat utamanya bukan seekor singa sungguhan melainkan singa tiruan yang terbuat dari kayu. Kesenian ini mulai muncul pada saat kaum penjajah menguasai Subang, yaitu pada masa pemerintahan Belanda tahun 1812.

Kesenian ini juga merupakan lambang perlawanan masyarakat terhadap VOC, yang terdiri dari 8 orang pengusung sisingaan, 2 sisingaan, penunggang sisingaan, pengiring musik dan sinden. Menurut sejarahnya, 8 orang pengusung ini melambangkan rakyat pribumi yang terjajah dan tertindas, sedangkan sepasang singa melambangkan Belanda dan Inggris (VOC) yang menjajah indonesia. Sedangkan penunggang sisingaan yang biasanya anak-anak melambangkan generasi muda yang nantinya harus bisa menungganggi dan mengusir para penjajah dari negara Indonessia. Biasanya Kesenian ini di pentaskan dalam acara hajatan khitanan dan acara yang bertemakan kebudayaan.

 

  1. WAYANG GOLEK

https://akurat.co/id

Kata wayang berasal dari bahasa Jawa krama ngoko yang berarti perwajahan. di sebut wayang golek karena berbentuk seperti Golek (Boneka), jika kita telusuri titik dimana dan kapan wayang golek lahir, hampir tidak akan kita temui suatu paparan yang utuh. Tetapi setelah di telusuri dari berbagai sumber referensi yang di dapat, wayang golek lahir dari perkembangan wayang kulit yang sudah lebih dahulu lahir. Sekitar tahun 1583, Sunan Kudus yang merupakan penyebar agama Islam di Pulau Jawa pernah membuat kurang lebih 70 buah wayang dari kayu. Jika itu benar, maka hal itu merupakan awal dari sejarah kelahiran wayang, sehingga dapat dipastikan bahwa bentuk wayang pada saat itu sangat berbeda dengan bentuk wayang saat ini. Dimana pada saat itu bentuk wayang belum di kasih warna-warni hanya warna kayu saja.

Wayang juga sering digunakan sebagai media dakwah. Biasanya ketika pementasan, sang dalang menyisipkan pesan moral termasuk pesan-pesan mengenai agama. Alur cerita wayang bersifat mendidik, kritik dan diselingi dengan humor.

 

Lanjutkan >> 7 KESENIAN TRADISIONAL SUNDA (BAGIAN 2)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *